Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Anak Kecil Salah sebut Saat ditanya presiden jokowi mau bilang ikan tongkol malah ikan kont+L




berita ini muncul pada saat siang hari tepatnya tanggal kamis (26/01/2017). dimuat oleh salah satu pemilik akun facebook yang saya lupa namanya apa .


 awalnya jokowi mengadakan tanya jawab kepada anak-anak sekolah , dan jokowi memberikan pertanyaan kepada anak sekolah yang di pilihnya ,jika berhasil menjawab maka akan di hadiahi sepeda dan lain sebagainya .


Beberapa anak sekolah yang pada saat ada acara kunjungan presiden jokowi dodo , di tanya tentang nama-nama ikan . ada dua anak smp yang ditanya tentang pengetahuan alam dan mereka berdua bisa menjawab dengan benar .






Tetapi pada saat anak SD disuru maju kedepan dan diberi pertanyaan tentang nama-nama ikan di laut atau di sungai lantas anak ini menjawab dengan polos nya ikan paus ,ikan teri, dan ikan kont+l .



lantas seisi gedung tertawa dan lucu karena kepolosan anak ini dengan cara menjawab dia yang mungkin tidak sengaja mau bilang ikan tongkol malah ikan kont+l .


video tentang anak ini banyak beredar di media sosial dan juga youtube , dan menjadi trending topik pertama di youtube .


tidak tinggal diam dan dengan kesabaran pak jokowi seorang presiden yang sabar dan bijaksana , tidak memarahi anak sd ini karena anak ini salah ngomong .


dan akhirnya pak presiden jokowi menjelaskan bahwasanya yang benar adalah ikan "TONGGKOL".
anak sd itu di suru mengulangi kata ikan tonggkol itu oleh jokowi . agar anak itu tau yang benar itu adalah ikan tongkol.





Berita politik jakarta ahok terkini dan terbaru hari ini di indonesia


Pengacara Ahok Bongkar 4 Fakta Gusjoy


Saat bersaksi di sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gusjoy Setiawan beberapa kali mengaku lupa saat ditanya oleh pengacara Ahok.

Pertanyaan yang tidak dia jawab termasuk soal tahun kelulusan SD. Dalam sidang yang berlangsung di gedung Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017), pengacara Ahok mencecar Gusjoy soal kesaksiannya di BAP. Namun Gusjoy hanya menjawab tidak ingat. "Di BAP ada kata 'pakai', di laporan tidak ada kata 'pakai'.



 Apa ada kaitannya dengan Buni Yani?" tanya pengacara Ahok. "Saya tidak tahu dengan Buni Yani. Saya lupa," jawab Gusjoy. Pengacara Ahok juga menggali kembali isi BAP Gusjoy tentang makna tersurat dan tersirat serta aspek semantik dan linguistik. Tapi, lagi-lagi jawabannya sama. "Saya lupa, saya tidak bisa menjawab," kata Gusjoy.

Hingga akhirnya, salah satu pengacara Ahok, yaitu Sirra Prayuna, menggali ke hal yang dasar, yaitu kelulusan sekolah. Ternyata Gusjoy juga lupa. "Apa saksi lupa tahun kelulusan SD, SMP, SMA seperti butir 3 saksi? Benar lupa atau apa?" tanya Sirra. "Waktu saya di-BAP saya lupa.

Sekarang juga lupa," ujar Gusjoy. Pengacara Ahok kemudian mengingatkan bahwa kesaksian palsu di sidang bisa dipidana. Di sidang, pengacara Ahok juga menggali latar belakang Gusjoy sebagai advokat karena dia pernah mendukung salah satu cagub DKI bersama Koalisi Advokat Rakyat. Gusjoy mengaku dia adalah advokat.

Pengacara Ahok kemudian masih mencecar soal jabatan Gusjoy dan dia mengatakan belum pernah disumpah sebagai advokat.

 "Belum disumpah," jawab Gusjoy.

 Kesaksian Gusjoy itu juga diceritakan ulang oleh kakak angkat Ahok, Andi Analta Amir. Andi menjelaskan Gusjoy kerap menjawab lupa saat ditanyai mengenai riwayat hidupnya.

Andi meragukan kapasitas Gusjoy sebagai saksi.  "Mungkin ada hal kapabilitas salah seorang saksi bahwa dia kerap lupa, lupa, lupa. Itu saksi ketiga Gusjoy. Kan umum, karena masalah riwayat hidup harus dijelaskan. Misalkan lulusan SD tahun berapa, SMP tahun berapa, dia bilang lupa. Artinya semua pertanyaan 75 persen lupa, untuk masalah riwayat hidup," ujar Andi. "

Iya karena mungkin dari fakta, diperlihatkan kok dia mengaku sebagai advokat, padahal dilantik pun belum," sambungnya.

 Gus Joy, salah satu saksi pada sidang lanjutan kasus dugaan penodaaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, disebut sebagai pendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Hal itu diungkapkan tim penasihat hukum Ahok, Trimoelja D Soerjadi.

 Dari kesaksian Gus Joy dan saksi yang ada, tim penasihat hukum menyimpulkan lima poin. Pertama, Trimoelja menilai, Gus Joy jelas dan nyata memiliki sentimen atau ketidaksukaan secara personal dan memiliki agenda tersendiri demi kepentingan golongan atau kelompok tertentu yang saksi dukung.

 "Memiliki tujuan menjatuhkan Basuki Tjahaja Purnama (calon gubernur nomor pemilihan dua pada Pilkada DKI) dengan menggunakan senjata pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 sehingga sudah ada niatan untuk mengkriminalisasi Basuki Tjahaja Purnama," kata Trimoelja, melalui keterangan tertulis kepada awak media di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

 Kedua, di dalam fakta persidangan yang bersesuaian bahwa Gus Joy pernah memublikasikan video pernyataan dukungan untuk Agus-Sylvi di YouTube pada tanggal 30 September 2016 dengan judul "Gusjoy Pidato Deklarasi Dukung Mas Agus dan Mpok Sylviana".

 Dalam pidato deklarasi tersebut, Gus Joy menyampaikan kata-kata provokatif, yaitu "Kita akhiri kepemimpinan Ahok yang arogan, suka menggusur rakyat kecil, hanya membela kepentingan orang berduit, serta suka bicara kasar." Trimoelja mengatakan, "Hal-hal tersebut menjelaskan atas sikap subyektivitas Gus Joy terhadap Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan lawan dari pasangan calon gubernur dan wakil gubenur pilihannya karena sebagai pendukung Gus Joy jelas memiliki sikap untuk membela pasangan cagub-cawagub pilihannya."

 Ketiga, dalam fakta persidangan terungkap bahwa Gus Joy telah terlebih dahulu menyatakan dukungan terhadap salah satu pasangan cagub-cawagub yaitu pada tanggal 30 September 2016, sebelum melakukan laporan terhadap Ahok pada tanggal 7 Oktober 2016.

Hal itu dinilai Trimulja bisa menjelaskan sikap dan agenda khusus Gus Joy terhadap Ahok. Keempat, dalam fakta persidangan terungkap juga bahwa Gus Joy ternyata bukanlah seorang advokat dan terkait keterangan-keterangan di BAP, saksi Gus Joy lebih banyak menjawab Iupa, tidak ingat, dan tidak mau menjawab. Karena itu, kata Trimulja, kredibilitas Gus Joy sebagai saksi patut dipertanyakan. "

Apabila saksi Gus Joy dalam persidangan lebih banyak menjawab lupa, tidak ingat, dan tidak tahu, bagaimana bisa keterangannya dijadikan alat bukti," kata Trimoelja. Ia juga menyatakan bahwa keterangan para saksi pelapor dalam BAP tidak satu pun yang melihat secara langsung pidato Ahok pada tanggal 27 September 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Semua keterangan hanya berdasarkan informasi dari orang yang mendengar dan melihat dari unggahan video di YouTube.


 "Unggahan tersebut diduga unggahan yang telah dibuat komentar sedemikian rupa oleh Buni Yani sehingga memiliki makna dan arti berbeda yang kemudian menjadi viral di masyarakat dan menjadi fitnah bagi Basuki," kata dia. Atas dasar itu, tim penasihat hukum Ahok menyimpulkan bahwa saksi-saksi yang memberikan keterangan pada hari ini,

keterangannya sangat subyektif dan tidak berdasar. Keterangan para saksi dinilai merupakan asumsi pribadi dan cenderung lebih kepada fitnah terhadap Ahok yang dibuat demi kepentingan-kepentingan pribadi dan golongannya untuk mencapai tujuan mereka, yaitu "Jakarta Tanpa Ahok".

Ini buku ahok yang di takuti lawan cagub lain

Ahok adalah warga Indonesia keturunan Tionghoa, ia memiliki nama Tionghoa Zhōng Wànxué. Ahok lahir dari pasangan Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsing (Boen Nen Tjauw).

Ahok menerbitkan buku yang di tulis oleh dia sendiri , yang menceritakan tentang masa kecil dan kehidupan di kampung halaman maupun kisah kehidupan dia lain nya sampai menjadi sekarang ini , dan di buku itu dia ingin menceritakan cita-cita nya yang ingin merubah indonesia agar menjadi negara yang maju dan makmur untuk rakyat miskin. jika ingin membaca lebih dalam silah kan download buku nya disini.




 Ahok lahir di Belitung Timur, Bangka, Indonesia 29 Juni 1966, mungkin biasa di sebu sebagai Cina bangka. Ia beragama Kristen Protestan dan mulai resmi menjadi Gubernur DKI pada tanggal 19 November 2014.

 Setelah Presiden Joko Widodo mengundurkan diri dari Jabatannya sebagai Gubernur karena terpilih menjadi Presiden RI pada tahun 2014.

Otomatis Ahok yang kala itu menjabat sebagai wakil Gubernur menjadi Gubernur DKI menggantikan posisi yang ditinggalkan Joko Widodo. Sebelumnya Ahok sendiri adalah seorang Bupati Belitung Timur dengan wakilnya Khairul Effendi, ia menjabat Bupati sejak 3 Agustus 2005 yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 22 Desember 2006 karena mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung.Namun dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali.

 Ahok menerbitkan buku yang di tulis oleh dia sendiri , yang menceritakan tentang masa kecil dan kehidupan di kampung halaman maupun kisah kehidupan dia lain nya sampai menjadi sekarang ini , dan di buku itu dia ingin menceritakan cita-cita nya yang ingin merubah indonesia agar menjadi negara yang maju dan makmur untuk rakyat miskin. jika ingin membaca lebih dalam silah kan download buku nya disini.

Untuk yang ingin tau atau kepo tentang biodata ahok nama ,tempat tinggal dan kelahiran nya akan saya beritahu dibawah:

 Biodata Ahok Alias Basuki Tjahaja Purnama


Nama Lengkap  : Ir. Basuki Tjahaja Purnama M.M (Basuki Cahaya Purnama)
Nama Keren      : Ahok
Tempat Lahir    : Belitung Timur, Indonesia
Tanggal Lahir   : 29 Juni 1966
Pekerjaan          : Politikus
Jabatan             : Gubernur DKI Jakarta ke-17
Agama             : Kristen Protestan
Istri                  : Veronica Tan, S.T.
Almamater      : Universitas Trisakti bergelar Insinyur, STIE Prasetiya Mulya mendapat gelar M.M
Situs Pribadi    : ahok.org


Penghargaan yang Diraih Oleh Ahok  


10 Tokoh yang Mengubah Indonesia dari Majalah Tempo (2006)

 Pin Emas dari Forum Demokrasi (Fordeka) (2006)

Tokoh Antikorupsi 2006 dari Koalisi Kebersamaan Tiga Pilar Kemitraan (2007)

 Bung Hatta Anti-Corruption Award (2013)


 Riwayat Pendidikan Ahok


 SD Negeri III Gantung, Belitung Timur (1977)

 SMP Negeri I Gantung, Belitung Timur (1981)

 SMAK III PSKD, Jakarta (1984)

Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral Universitas Trisakti (1989)

Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta (1994)

Karir dan Politik Ahok Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparency (CDT 3.1)

Direktur PT Nurindra Ekapersada (1992-2005)



Staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan PT Simaxindo Primadaya (1994-1995)

 Membangun cikal bakal Kawasan Industri Air Kelik (1994)

DPRD Kabupaten Belitung Timur dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (2004-2005) Bupati

Kabupaten Belitung Timur (2005-2006)

DPR dari Partai Golkar (2009-2012)

Wakil Gubernur Prov. DKI Jakarta (2012 – 19 Nov 2014)

Gubernur Prov. DKI Jakarta (19 Nov 2014 – sekarang)